Ketika semua mau eksis, di mana Aku
Eksistensi dalam KBBI berarti keberadaan. Kata ini berasal dari bahasa Latin, existere, yang terdiri atas dua kata yaitu "ex" dan "sistere". Ex artinya keluar dan sistere artinya muncul. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa eksistesi manusia adalah keberadaan manusia di dunia. Pertanyaan yang membuat saya meruntuki diri atas pemikiran ini "Dunia yang mana" lalu "Bagaimana eksistensi individu dalam relasinya dengan individu lain di dalam dunia"
Ada sesuatu yang keluar dari dalam diri individu seakan muncul dan menampakkan diri. Sesuatu itu dapat berupa keinginan, rasa takut, keberanian, cita-cita. Pernyataan bahwa manusia lahir seperti kertas putih bagi saya hanya urusan individu kecil itu belum memiliki kemampuan atau kekuasaan atas dirinya. Orangtua yang merawat memiliki kuasa besar atasnya sampai tiba saatnya anak tersebut dapat menentukan nasibnya sendiri (mengenal kapan si Anak dapat menentukan nasibnya sendiri sangat bergantung pada budaya setempat).
Bagi saya eksistensi individu bukan tentang sekadar hadir di berbagai media sosial, atau menjadi pusat perhatian dengan segudang prestasi atau sensasi. Bukan dalam artian tidak menghargai prestasi yaaa. Eksis adalah tentang menyadari sepenuhnya apa yang ada di dalam diri dan mengeluarkannya demi kebaikan orang lain. Proses itu tidak akan usai sampai ajal menjemput. Eksis adalah proses yang tidak berkesudahan, tidak diatur oleh pihak di luar diri, dan menjalankan kehendak secara bebas. Eksis juga berarti menjadi diri sendiri secara alami. Menjadi diri sendiri bukan untuk berbeda dengan yang lain sehingga menaikkan nilai jual.
Apa yang dapat dimunculkan demi eksistensi kita?
Pertama, kegelisahan kita terhadap kehidupan. Kegelisahan adalah pertanda baik karena dapat melahirkan gagasan untuk menjawab kegelisahan itu. Misalnya, ada orang yang gelisah karena melihat kondisi keluarganya yang sangat miskin. Kemudian dia mencoba dengan berbagai cora supaya dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Kedua, kepekaan akan apa yang terjadi di luar dirinya. Misalnya ada orang yang peka akan bahaya penyakit mental pada generasi muda. Lalu dia mencoba membuat karya untuk membantu anak muda memiliki daya tahan mental. Ketiga, kemampuan menghasilkan karya. Karya adalah bukti nyata kehadiran individu bagi orang lain. Prestasi yang ukir atau keuntungan material hanya hadiah atasnya.
Eksistensi manusia terletak pada kebebasannya. Bebas untuk melakukan apa saja yang dapat menghidupi dirinya yaitu menjalani kehidupannya tanpa didikte oleh orang lain, aturan, bahkan oleh Tuhan. Kebebasan dapat memberikan makna hidup bagi individu, sekaligus tidak memberikan makna sama sekali. Pada saat individu benar-benar melakukan eksplorasi atas dirinya dan menggunakan kebebasannya maka eksistensinya dapat benar-benar nyata. Sangat penting adalah kebebasan dalam mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.
Bagaimana kamu membentuk eksistensimu hari ini, menentukan siapa kamu besok, ayoo bergerak.
Salam hangat Temanku😊
Komentar
Posting Komentar