Tentang Dia

Ade Nur Rizki Harahap

Orang-orang memanggilnya Ade, Ka Ade, Mba Ade, bahkan Kawan Ade

Aku juga memanggilnya adee, bukan ade karena namanya ade, tapi adee. Ade yang seperti Delon dan Doni, yang selalu ingin aku di dekatnya, Ade yang bisa setiap hari aku repotkan kapanpun aku mau. Makan saja piring dan sendokku bahkan minum dia harus ambilkan, meskipun dia sibuk scroll tiktok nya yang isinya berita negara itu. 

Aku juga sering bingung, aku tidak melihat dia sebagai seorang teman, kita juga bukan saudara, tetapi aku selalu suka ketika dia datang dan selalu menyebutkan “Kakak” kepada ku. 

Rahasia pertama, aku selalu membintangi semua chatmu dengan awalan “Kakak” setiap kau datang di room chat kita. Aku selalu suka berbagi perasaan dihari buruk, hari baik dan hari-hari kita bersama lainnya. Hari bukan untuk menunjukkan bahwa kita saling melebih, tapi untuk memastikan aku tidak merasa sendirian memahami dunia. 

Rahasia kedua, aku selalu suka saat kita bersama, menangisi kisah hidup, menertawakan tingkah aneh kita, berkeliling pundung di malam hari dengan rute yang selalu sama, ngobrol sampai subuh, dan yang paling aku suka adalah ketika kita menertawakan kepercayaan diri yang aku rasa orang lain tidak pernah tahu. Aku suka energiku ketika bersama mu. Aku selalu suka semua hari yang ada kamu.

Adeee,

Aku selalu ingin berkata manis denganmu, sayangnya aku rasa itu jarang sekali, karena kita terlalu sering membahas isu-isu sosial di Masyarakat, Kebijakan yang selalu kita anggap kocak dan masalah negara lainnya. Tapi aku selalu ingin kamu tahu, aku benar-benar bersyukur bertemu ade dengan versi yang hari ini hidup. Ade yang selalu bercahaya dengan ambisinya, ade yang selalu bilang “Aku selalu ada buat kakak” walaupun aku sering menepis tidak ingin percaya. Dan sampai hari dimana aku menulis ini, aku percaya kalau ade memang selalu ada. Ade yang datang dengan wajah dan hati berseri di depan pintu kos, dan aku akan menyapanya dengan tangis. 

Rahasia ketiga, aku juga beberapa kali merasa sedih ketika kita sibuk dan tidak bisa bertemu. Tapi aku juga selalu senang ketika kamu datang dan bilang “Maaf yaa kak, aku lagi sibuk jadi ga bisa ke kakak dulu”. Aku selalu suka ketika chat itu masuk “kakak, open kos gak” aku akan langsung bilang “Ayook sini”, aku tidak bisa mendefinisikan kita selama tiga tahun terakhir, yang aku tahu dan logikaku menerima, kamu selalu ada ketika aku ingin. Dengannya aku kembali percaya.

Rahasia keempat, aku rasa kamu akan mengingat ini, aku selalu bilang “Nanti kamu akan pergi dek, nanti masanya akan habis” percayalah aku ingin memakan semua perasaan sedih ketika ini terucap. Bukan untuk menepis perkataan kamu untuk selalu tinggal. Tapi aku ingin bilang ke Tuhan, terimakasih sudah memberi dan jika masanya akan selesai, aku akan melepaskan dengan perasaan penuh syukur. 

Aku bangga pada caramu bertahan, pada luka yang perlahan sembuh meski bekasnya masih terasa, pada harapan yang berkali-kali redup tapi tidak pernah Tuhan biarkan padam. Aku dan kamu tidak akan pernah tahu kemana hidup membawa kita pergi berkelana, tapi aku selalu mau kamu percaya, Tuhan akan membawamu pada tempat terbaik yang tidak pernah kamu duga, dengan perjalanan luar biasa. 

Rahasia kelima, pernyataan kecil ini, aku menulisnya selama 4 bulan, 1 bulan libur menulis karena leptopku sakit. Dan bulan lainnya bukan karena tidak punya waktu, tetapi ketika aku mulai membaca dan menulis kembali, aku selalu menangis. Kata lebaynya semua tulisan ini diukir dengan tangis haru (ANJAAYY), tertawalah untuk ini dee.    

Aku ingin duniaku tidak pernah kehilangan kenangan tentangmu, maka aku akan mengabadikan kamu melalui tulisanku. Agar mereka yang akan datang tahu kalau aku pernah mempunyai seorang adik perempuan tidak serahim yang lalu selalu aku jadikan ungkapan syukur.  

Terimakasih untuk semua hari-hari yang kita lewatii, untuk semua kenangan yang tidak ingin aku lupakan. Untuk hati baik yang selalu ada, untuk tangan kecil yang selalu memberi, kaki kuat yang menghampiri ketika aku meminta, untuk semua yang Tuhan izinkan. Aku akan sedih dengan perpisahan inii, aku akan bingung dengan siapa lagii aku akan bercerita tentang lucunya kehidupan jika tak memilih bertahan. Terimakasih banyak sekali…

_Kupang, 26 Januari 2026_

Apresiasi tertinggi untuk ade yang sudah berani memilih dan menyelesaikan amanah besar sebagai ketua CORPAS, salah satu amanah yang tidak pernah ada dalam peta perjalanan buatannya, tapi aku rasa itu menjadi momen berharga saat ini. Aku tidak akan melupakan bagaimana ade selalu datang ke kos dan menjadikan kamar ku sebagai salah satu tempatnya berteduh. 

 “Kamar kakak selalu buat nyaman” itu yang selalu diungkapnya, “Iyah karena ada patung salibnya” dan yang aku tahu alasan sesungguhnya karena ada aku didalamnya wkwkw, sungguh. Aku selalu senang kala dia datang membawa segudang informasi berharga untukku. 

Adee….

Menjadi pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah, kamu selalu berkata iyah, dengan mengorbankan banyak hal yang tidak seorang pun tau. Yang pasti perasaan tenang itu tidak pernah ada. Banyak hal yang dikorbankan, semoga hal-hal itu menjadi bahan bakar berharga untuk perjalan ini kembali. Kamu selalu keren di mataku, adek perempuan yang selalu aku syukuri keberadaannya.

Aku selalu ingin berteriak bangga padanya. Pada bagaimana ia mempercayai dirinya sendiri, pada bagaiman dia selalu berani. Sebenarnya dia banyak ragu dan takutnya tapi ia berhasil melewati itu, dan itu hari yang lalu. Kamu akan selalu keren.

Rasanya masih banyak yang ingin aku ungkapkan, tetapi dengan tulisan sederhana ini semoga kamu paham, bagaimana berharganya kamu dan bersyukurnya aku bertemu kamu. Mari mempersiapkan diri untuk bertemu kembali, dengan cerita baru, mimpi yang sudah terwujud dan harapan untuk tetap bertahan hingga akhir. Ingat selalu, semua hal bisa kita lewati, bisa ga bisa wajib bisa. 

Terimakasih dan sampai bertemu untuk kembali bersama dekkk…

_Malaka, 2 Maret 2026_

Sepertinya aku mulai merindukan suara mu yang selalu membuat kamarku berisik itu. sekian

Komentar

Postingan Populer