Aku yang Dulu, Dimana Tempatku?

Mencari tempatmu di dunia ini tidak semudah itu. Meskipun kodratnya manusia butuh tempat dimana dia bisa bilang. "Ah, memang aku sudah ditakdirkan ada disini". 

Nantinya kamu akan sadar bahwa kalau tempat ini bisa jadi sesuatu yang fisik, tapi sering kali bukan. Mungkin adalah sebuah tempat nyata seperti pekerjaan, sekumpulan orang-orang dalam pergaulan atau bahkan lingkungan yang seirama dengan kamu. 

Aku mendengar curhatan perjalananmu untuk menjadi bagian dari sesuatu. Tidak jarang kamu harus tertawa saat menurutmu pembicaraannya tidak lucu, mengaguk-anguk saat kamu tidak setuju, membeli barang yang tidak di perlukan hanya untuk mendapatkan sebuah conversation starter. Terkadang terlalu tinggi harga yang harus kamu bayar untuk di terima: uang, teman dan keluarga, waktu, kepercayaan, identitas, hingga kebebasan. 

Sekarang kamu akan bertanya: "Apa aku harus begini to belong somewhere?" 

Apa sih pentingnya to belong? Aku dan jutaan orang lain akan mengakui hal ini, mengakui bahwa kita semua butuh diterima. Atau lebih tepatnya keterhubungan. Namun, keterhubungan ini juga sering terputus di tengah-tengah. Hal ini bisa jadi karena terlalu banyak hal yang dikorbankan, merasa tidak pada tempatnya lagi, atau justru sebenarnya kita tidak mengerti keterhubungan seperti apa yang kita cari. 

Umumnya, kita beranjak dewasa dengan diselimuti kegelisahan terhadap kesendirian. Mungkin ini yang menjadi penyebab kenapa kita selalu berusaha untuk masuk menjadi bagian dari sesuatu, Sebuah konsep yang dapat ditarik ke belakang hingga tahun 1654 saat seorang ilmuwan dan filsuf Prancis, Blaise Pascal, keluar dengan pernyataan, "Semua masalah kemanusiaan berakar dari ketidakmampuannya untuk duduk tenang di sebuah ruangan, sendirian."

Jangan jadikan kesendirian sebagai alasan untuk menyangkal ketergantunganmu pada orang lain. Kesendirian tidak selalu buruk. Kesendirian dapat menjadi kesempatan untukmu menjalin keterhubungan dengan dirimu sendiri. Setidaknya, buat aku, kesendirian menunjukkan di mana aku merasa dimiliki, memiliki keterhubungan dengan mimpi-mimpi dan keindahan diri yang belum kita temukan. 

That I belong to myself first, before anything else.

Bayangkan betapa menyenangkan untuk menanamkan sedikit maya dalam diri kita, sehingga kita dapat memulai setiap pagi dengan sebuah mantra: 

I see me, I do me, I take care of me, because I like me, I like me very much

Salam hangat, teman ku

Komentar

Postingan Populer