Aksara Keresahan Diri, Menjadi Pembuka
Perlu kita ketahui bersama, bahwasanya peran mahasiwa sebagai agent of change tentu tidak terlepas dari ranah keilmuan dan pergerakkan. Mahasiswa dituntut untuk memiliki kapasitas nalar kritis yang tajam sehingga mampu mengamati dan menelaah bagaimana kondisi negeri ini dari ranah kebijakan yang dihasilkan. Kita tahu bahwa setiap produk hukum yang lahir merupakan hasil dari proses politik, sehingga kecap kali mendapati berbagai kontradiksi yang timbul dari masyarkat maupun berbagai elemen.
Hal ini dikarenakan muatan produk hukum atau yang lazim kita kenal dengan kebijakan terkadang hanya sekedar menguntungkan sebagian kelompok saja. Lalu bagaimana langkah konkrit kita dalam mengadvokasikan kebijakan tersebut? Apakah hanya dengan melaksanakan konsolidasi, teklap, sampai ke demontrasi. Rasanya untuk era modernisasi saat ini sulit sekali mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat muatan politik, ditambah banyaknya kegiatan akademik yang justru membuat mahasiswa saat ini apatis terhadap kondisi negara saat ini.
Bukannya membangun nada pesimisme, namun kondisi saat ini cenderung lebih tertarik terhadap agenda akademik yang menjadi dominan di kehidupan berkampus. Seperti mbkm, ikatan pemberdayaan, dan lain sebagainya. Sebetulnya sah-sah saja ketika mahasiswa mengikuti hal tersebut asal bisa diimbangi dengan asupan-asupan lain yang membantu mahasiswa dapat kritis, seperti ikut berorganisasi sehingga melatih problem solving, manajemen waktu, manajemen konflik, dan lain sebagainya.
Saya pribadi pernah berada pada fase banyak sekali kebijakan yang membutuhkan analisis kritis mahasiswa, tetapi sebagai mahasiswa yang diberatkan dengan banyaknya kontrak tugas membuat kita seakan-akan tidak punya waktu untuk turut serta bersuara. Bukan perkara "kan bisa bagi waktu", memang benar itu akan sangat membantu. Akan tetapi menurutku tidak maksimal. Karena bersuara bukan perkara ikut membagikan postingan melalui ig, wa atau media sosial lainnya. Mahasiswa bukan tidak boleh ikut-ikutan, seharusnya dia mempunyai analisis kritis pribadi. Lebih dari itu banyak sekali berita yang tidak sesuai fakta.
Maka dari itu aku ingin mengajak kalian untuk diam dan berdialog sebentar dengan diri? menurut mu bagaimana kamu terlibat dalam menyuarakan keresahan kamu sebagai mahasiswa? dikelas? di kampus? atau bahkan di rumah. Karena sebagai mahasiswa kita bukan hanya membentuk diri menjadi turut serta dengan fisik tetapi paling penting adalah mindset. Apakah kamu sudah mencapai itu?
Komentar
Posting Komentar